Tak Wajar, Gaji Direktur BPJS 200 Juta Perbulan 2020-2021

Advertisement

Bingkaiberita.com- Gaji Direktur BPJS 200 Juta Perbulan tak Wajar! Mengapa demikian? Nah, yang kita tahu bahwa kabarnya BPJS kesehatan telah mengalami defisit keuangan yang akhirnya harus menanggung hutang ke beberapa rumah sakit dengan total mencapai 28 Trilyun. Pengelolaan keuangan BPJS yang kurang baik menjadi suatu alasan mengapa BPJS sampai defisit keuangan hingga akhirnya pemerintah akan memberlakukan kenaikan tarif biaya BPJS pada tahun 2020.

Apalagi mengingat gaji direktur bpjs yang konon katanya hingga 200 juta perbulan, apalagi saat ini mereka menuntut kenaikan gaji hingga 2 kali lipat dari yang dibayarkan. Hal itu tak sesuai dengan kinerja yang tak optimal apalagi jika dilihat dari tujuan target bpjs yang tak tercapai hingga masalah defisit keuangan bpjs yang menimbulkan masalah besar.  Masih lebih baik dari asuransi kesehatan sebelum adanya BPJS yang saat ini banyak menimbulkan masalah di Masyarakat dengan adanya BPJS.

Harusnya pemerintah mengevaluasi kembali kinerja dewan direksi dan jajarannya. Dan harusnya tidak ada tunjangan selain dari gaji yang dibayarkan karena memang hal itu tidak sesuai yang menjadi amanah dari BPJS Kesehatan sendiri yang katanya sebagai salah satu asuransi yang digunakan masyarakat untuk pembayaran rumah sakit. Adapun Manah yang harus dijaga BPJS Kesehatan dan Dietagakkan untuk Keadilan Masyarakat adalah dengan

” Iuran Peserta BPJS Harus Dikembalikan Untuk Manfaat Kesehatan Bersama.”

Jika dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pelayanannya semakin baik, transparan dan tidak defisit Maka BPJS sudah sesuai dengan target dan goal dari tujuan BPJS itu sendiri. Dan apabila masih terjadi defisit maka para direktur harusnya dirumahkan dan para direkturnya harus digaji sesuai dengan standar Aparatur Sipil Negara.

Apalagi saat ini persyaratan untuk masuk di beberapa instansi harus memiliki kartu BPJS. Mereka harus berbondong-bondong untuk melakukan pendaftaran BPJS karena memang dipersyaratkan. Apakah ada skema dibalik persyaratan trambahan pada suatau penerimaan pada lembaga pendidikan dengan adanya ketetapan kepemilikan bpjs. Apakah mereka ingin mencari banyak peserta, sehingga BPJS memiliki dana untuk membayar defisit keuangannya. Banyak spekulasi-spekulasi lainnya terkait dengan BPJS dengan anggota yang banyak di seluruh Indonesia, namun mengalami defisit keuangan.

Sebagai orang awam, pastilah  memiliki pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal dipikiran terkait dengan pengelolaan dana BPJS, karena pendapatan utama dari BPJS adalah Iuran Para Peserta BPJS setiap Bulannya, Apalagi jikla Tunjangan direksi naik, apalagai gaji bulannyanya juga tinggi. Maka nantinya operasional kesehatannnya dengan uang siapa? Kalau uangnya digunakan untuk gaji beberapa orang di BPJS. Nah, sebaiknya para direktur BP{JS harus secara terbuka memberikan jawabannya, sehingga masyarakat tidak berpikir negatif dengan BPJS Kesehatan?

Berikan Komentarmu terkait Pengelolaan Dana BPJS yang membuat banyak pikiran-pikiran dan spekulasi yang negatif di Masyarakat.

Other articles you might like;

Iam a blogger from a wordpress and blogger platform, I have started blogging in 2011 at BLOG UMY and I Have stayed at Raja Ampat and Yogyakarta City, You can Connect Me in Bingkai Berita| Belajar Internet|Travel and Kuliner |Seputar Wisata

Advertisement
Tak Wajar, Gaji Direktur BPJS 200 Juta Perbulan 2020-2021 | Topik Nugroho | 4.5
close