Obat Bius Anastesi Buvanest Spinal Menelan Korban di Rs. Siloam Karawaci, Tangerang

1 min read

Obat Bius Menelan Korban di Rs. Siloam Karawaci, Tangerang

Bingkai Terkini Obat Bius Anastesi Buvanest Spinal yang digunakan untuk dua pasien yang berada di Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang memakan dua korabn. Oabt tersebut diproduksi oleh PT Kalbe Farma yang diduga isi dari obat tersebut bukanlan bupivacaine atau disebut dengan zat aktif untuk pembiusan melainkan berisi asam traneksamat yang mempunyai fungsi dalam mengurangi pendarahan.

Obat Bius Menelan Korban di  Rs. Siloam Karawaci, Tangerang
Obat Bius Menelan Korban di Rs. Siloam Karawaci, Tangerang

Kasus ini terjadi ketika seorang dokter menyuntikan obat terhadapa si pasien yang melakukan operasi caesar dan urologi. Obat tersebut bungkusnya tertukar dan berisi berbeda dengan cover aslinya dan mengakibatkan fatal pada seorang yang mengalami masalah. “Pasien yang meninggal ini mengalami gatal- gatal sampai dengan kejang dan saat itu mengalami kontradiksi kemudian meninggal dunia.” seperti yang diungkapkan oleh Kepala Hubungan Masyarakat RS Siloam,

Untuk Pasien lainnya yang menggunakan obat bius Anastesi Buvanest Spinaltidak mengalami masalah yang seperti itu. Seperti pasien Obgyn, Bayinya yang selamat ketika di beri obat bius. Kedua Pasien tersebut meninggal dalam waktu yang berdekatan namun dalam waktu dekat ini akan ada keterangan lebih lanjut dari pihak Kalbe dan BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Setelah kejadian yang menelan korban sedikitnya dua orang tersebut Dari Pihak Kalbe akan menarik semua produk Buvanest dari pangsa pasar obat dan dilakukan Pemeriksaan lebih lanjut pada BPOM. Jenazah dua korban dari RUmah sakait Siloam dipulangkan ke rumah duka, namun dari pihak keluarga korban enggan menyebutkan identitas dan nama dari sang korban akibat obat Bius.

Saat ini Gubernur DKI sudah memastikan bahwa obat anestesi Buvanest Spinal sudah melakukan penarikan dari pangsa pasar jakarta. Setelah mengkonfirmasikan kepada pihak Kalbe farma, 2 produk langsung ditarik dari peredaran baik itu batch Buvanest Spinal ataupun Asam Tranexamat Generik  yang saling tertukar dan mengakibatkan kematian kepada pasien yang sedang melakukan operasi pada  12 Februari 2015. Semoga tidak terjadi lagi korba akibat Obat yang saling tertukar dengan pemeriksaan lebih mendetail dari pihak Kalbe maupun dari pihak BPOM yang menjadi tanggung jawab bagi keamanan dan keselamatan masyarakat Indonesia.

Other articles you might like;

Topik Nugroho, M.Pd. Iam a master of education from one of the state universities in Yogyakarta, has a writers and travelling hobby in wordpress or blogger platform, I Have stayed at Raja Ampat and Yogyakarta City, You can Connect Me in Bingkai Berita| Belajar Internet|Travel and Kuliner |Seputar Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.