Kreatif, Manfaatkan Popok Bekas Menjadi Media Tanam

1 min read

popok bekas

Bingkaiberita.com – Popok sekali pakai adalah solusi bagi orang tua yang ingin praktis dan nggak suka ribet. Maklum, setiap anak kecil di bawah usia 2 tahun seringkali buang air di celana. Pada umumnya anak- anak baru bisa mengatakan mau buang air sekitar usia 2 tahun. Biasanya orang tua yang nggak sempat atau malas cuci popok setiap hari memilih menggunakan popok sekali pakai.

popok bekas
pixabay.com

Limbah popok sekali pakai ternyata cukup menimbulkan berbagai masalah. Termasuk di Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Masalahnya ialah limbah popok sekali pakai tidak bisa terurai. Kalau dibakar pun sulit karena di dalamnya ada gel yang basah oleh air seni. Apalagi masyarakat setempat mempercayai mitos jika membakar popok bayi dapat menyebabkan gatal- gatal atau suletan pada bayi. Jika dibuang sembarangan atau dibiarkan menumpuk maka dapat menimbulkan bau yang menyengat dan juga kotor. Apalagi kalau dibuang ke sungai, popok yang menumpuk akan menghambat aliran sungai dan sangat berpotensi mengakibatkan banjir.

 

Irwan Budiyanto, seorang alumni Magister Manajemen Agribisnis UGM Yogyakarta yang juga merupakan petani muda di Desa Sambirejo, Kabupaten Geger berinisiatif mengolah limbah popok sekali pakai menjadi lebih bermanfaat. Dengan banyaknya limbah popok yang cukup meresahkan, ia mencoba mengubah limbah popok menjadi media tanam.

 

Limbah popok yang akan digunakan sebagai media tanam tidak serta merta dapat dipakai untuk menanam tanaman. Ada prosedur yang harus dilakukan secara bertahap agar media tanam nantinya siap digunakan, karena popok yang baru diambil dari limbah masih mengandung air seni dengan kadar amonia yang dapat merusak tanaman.

 

Irwan menjelaskan tahapan pertama yang harus dilakukan adalah mengambil gel dari dalam popok bekas yang berfungsi sebagai penyerap cairan. Nah, agar gel yang mengandung amonia tidak merusak tanaman, gel tersebut perlu dicampurkan dengan mikroorganisme lokal (MOL). MOL bisa diperoleh di toko- toko pertanian atau bisa juga dibuat sendiri.

 

Pembuatan MOL tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu menyiapkan keong, air kelapa, air cucian beras, dan glukosa atau air tebu. Semua bahan tersebut dicampur sampai rata.

 

Jika MOL telah siap, maka pencampuran gel dan MOL bisa dilakukan. Takarannya adalah gel dari popok dimasukkan dalam sebuah ember, ditambahkan satu liter air dan satu gelas MOL. semuanya dicampur rata, kemudian didiamkan untuk proses fermentasi selama dua minggu.

 

Setelah masa fermentasi selesai, campuran gel dan MOL selanjutnya dicampur dengan tanah atau sekam sebagai media tanam. Anda dapat meletakkannya dalam polybag atau pot. Air yang terdapat dalam campuran gel dan MOL bisa dijadikan pupuk.

 

Media tanam ini memiliki kelebihan dibanding media tanam biasa, yaitu tanaman di dalam media tanam ini tidak perlu disiram air setiap hari. Hal ini disebabkan oleh kandungan gel dalam media tanam yang berfungsi sebagai penyimpan air.

 

Penggunaan pupuk juga menjadi lebih hemat dengan adanya gel dari popok bekas. Gel yang telah difermentasi tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk. Irwan memberikan contoh, bila pemberian pupuk secara normal dilakukan setiap dua minggu sekali, dengan media tanam ini pemberian pupuk dapat ditekan hingga setiap tiga minggu sekali.

 

Pemanfaatan limbah popok bekas menjadi media tanam tentu dapat mengurangi masalah kerusakan lingkungan yang timbul. Hal inilah yang diharapkan oleh Iwan dan tentu oleh masyarakat yang lain. Iwan berharap masyarakat yang lain bisa terinspirasi untuk mengolah limbah popok bekas dan tidak lagi membuang popok bekas sembarangan. Semoga kerusakan lingkungan dan banjir tidak lagi terjadi.

Other articles you might like;

Topik Nugroho, M.Pd. Iam a master of education from one of the state universities in Yogyakarta, has a writers and travelling hobby in wordpress or blogger platform, I Have stayed at Raja Ampat and Yogyakarta City, You can Connect Me in Bingkai Berita| Belajar Internet|Travel and Kuliner |Seputar Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.