Jasa Pendamping Produk Halal

Penjual Es Gabus Viral, Polda Metro Jaya Minta Maaf: Fakta Lengkap, Klarifikasi Polisi, dan Dampaknya bagi UMKM

Bingkaiberita.com- Sebuah gerobak es gabus sederhana mendadak menjadi sorotan nasional. Bukan karena rasanya, melainkan karena tudingan penggunaan bahan berbahaya yang berujung pada dugaan kekerasan oleh aparat. Kini, Polda Metro Jaya buka suara, minta maaf, dan Bidpropam turun tangan. Apa sebenarnya yang terjadi pada penjual es gabus tersebut?

Kronologi Kasus Penjual Es Gabus

Kasus bermula ketika Sudrajat, seorang pedagang es gabus, dituduh menjual produk berbahan berbahaya. Tuduhan tersebut viral di media sosial dan menyeret aparat kepolisian di lapangan, khususnya seorang personel Bhabinkamtibmas.

Situasi berkembang serius setelah muncul dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi yang dialami Sudrajat. Publik pun bereaksi keras, mempertanyakan prosedur aparat terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Polda Metro Jaya Angkat Bicara dan Minta Maaf

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Kami dari Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya tindakan personel kami ada persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak pernah berniat mematikan atau menghambat UMKM, dan tujuan awal tindakan tersebut adalah edukasi keamanan pangan.

 Bidpropam Turun Tangan, Dugaan Pelanggaran Didalami

Untuk menjawab keresahan publik, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya langsung “menjemput bola”.

Langkah ini dilakukan untuk:

  • Menilai apakah ada pelanggaran etik

  • Menelusuri kemungkinan penyalahgunaan kewenangan

  • Menjamin akuntabilitas institusi kepolisian

Polda Metro Jaya juga mengakui adanya kekecewaan masyarakat dan berjanji menangani kasus ini secara transparan.

Hasil Pemeriksaan: Es Gabus Aman Dikonsumsi

Tudingan utama terhadap Sudrajat akhirnya terpatahkan.
Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan bahwa:

Es gabus yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya
Aman untuk dikonsumsi masyarakat

Temuan ini menjadi titik balik penting dalam kasus tersebut.

Permintaan Maaf dari Bhabinkamtibmas

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, secara terbuka mengakui kekeliruan prosedur di lapangan.

“Kami terlalu cepat menyimpulkan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada niat mencemarkan nama baik Sudrajat dan menyebut tindakan tersebut dilakukan demi mencegah potensi bahaya bagi konsumen.

Dampak Kasus Ini bagi UMKM

Kasus penjual es gabus menjadi pelajaran penting:

⚠️ Bagi Aparat

  • Pentingnya verifikasi ilmiah

  • Menghindari tindakan prematur

  • Menjaga pendekatan humanis terhadap pelaku UMKM

💼 Bagi Pelaku UMKM

  • Transparansi bahan dan proses produksi

  • Dokumentasi sederhana untuk keamanan pangan

  • Keberanian mencari pendampingan hukum jika dirugikan

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa masalah utama dalam kasus penjual es gabus?

Tudingan penggunaan bahan berbahaya tanpa hasil uji laboratorium yang valid.

Apakah es gabus tersebut terbukti berbahaya?

Tidak. Pemeriksaan resmi menyatakan aman dikonsumsi.

Apakah polisi sudah meminta maaf?

Ya. Baik Polda Metro Jaya maupun Bhabinkamtibmas terkait telah menyampaikan permintaan maaf.

Apakah ada sanksi untuk oknum aparat?

Masih dalam proses pendalaman oleh Bidpropam Polda Metro Jaya.

Apa pelajaran penting dari kasus ini?

Perlunya prosedur yang adil, ilmiah, dan humanis dalam menangani UMKM.

PENUTUP

Kasus penjual es gabus bukan sekadar viral sesaat. Ia menjadi cermin hubungan antara aparat, masyarakat, dan pelaku UMKM. Dengan klarifikasi, permintaan maaf, serta penyelidikan etik, publik berharap ke depan keadilan dan edukasi berjalan beriringan.

Topik Nugroho, M.Pd.

Iam a master of education from one of the state universities in Yogyakarta, has a writers and travelling hobby in wordpress or blogger platform, I Have stayed at Raja Ampat and Yogyakarta City, You can Connect Me in Bingkai Berita| Belajar Internet|Travel and Kuliner

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.